Langsung ke konten utama

Rizqi Kita, Soal Rasa

Rizqi memiliki tempat dan waktu bagi turunnya. Ia tak pernah terlambat, hanyasanya hadir di saat yang tepat.
Jika jodoh adalah bagian dari rizqi, boleh jadi berlaku pula kaidah yang sama. Sosok itu telah tertulis namanya. Tiada tertukar, dan tiada salah tanggal. Tetapi rasa kebersamaan, akan ditentukan oleh bagaimana adab dalam mengambilnya. Bagi mereka yang menjaga kesucian, terkaruniakanlah lapis-lapis keberkahan. Bagi mereka yang mencemarinya dengan hal-hal mendekati zina, ada kenikmatan yang kan hilang meski pintu taubat masih dibuka lapang-lapang. Sebab amat berbeda, yang dihulurkan penuh keridhaan, dibanding yang dilemparkan penuh kemurkaan ❤️

~Kereta, 18 Februari 2018~
Saat sedang tertampar halusinasi masalalu...
Terima kasih atas untaian kata pengingatnya 
Salim A. Fillah dalam Rajutan Makna...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rela

Buatlah hati mu rela dengan keputusanNya... Hingga engkau tidak suka minta dipercepat apa yang Allah tunda, dan minta ditunda apa yang Allah percepat 😊 Thanks Disya ❤️

Sebuah Takdir yang Dirahasiakan

Jodoh ... Sebuah takdir yang dirahasiakan oleh Sang ILAHI  ... Entah kenapa malam ini rasanya ingin sekali menulis kembali di blog yang sudah usang ini... Pengalaman pahit sepertinya yang sudah menyadarkan diri ini untuk membuka lebar-lebar mata ini bahwaaaaaaa... Sebaik apapun kita mengenalnya, sebesar apapun kita berharap, sebesar apapun kita mencinta dan selama apapun kita setia, jika memang bukan orang yang tepat maka akan selalu ada cara untuk dijauhkan...NAMUN sejaauuuhh apapun jaraknya, seberapapun tak mengenalnya atau seberapapun kita membenci nya, jika memang ia orang yang tepat akan selalu ada cara untuk didekatkan ... Sebenarnya bukan tentang usaha, karna jodoh itu sendiri sudah ditetapkan dalam kitab Lauhul Mahfud oleh Allah SWT, tapi masalahnya bukan itu... untuk mendekatkan diri kepada jodoh, yang dituntut oleh Allah dari kita adalah upaya kita dalam mempersiapkan diri, ikhtiar, dan niat baik, hasilnya Allah yang menentukan... Jangan terlalu berh...

Ku Kira Kau Rumah

Kau datang tat kala sinar senja ku telah redup Dan pamit ketika purnama ku penuh seutuhnya Kau yang singgah tapi tak sungguh Ku kira kau rumah Nyatanya kau cuma aku sewa Dari tubuh seorang perempuan yang memintamu untuk pulang Kau bukan rumah Ku kira kau rumah Nyatanya kau cuma aku sewa Dari tubuh seorang perempuan yang memintamu untuk pulang Kau bukan rumah :(